Sabtu, 02 Februari 2013


PRAKTIKUM KIMIA ASAM DAN BASA

A.      Judul                     :               INDIKATOR  ALAMIAH

B.      PENDAHULUAN

1.       Latar Belakang           :
·         Laporan ini dibuat sebagai panduan bagi siswa untuk dapat memahami bagaimana cara menentukan suatu senyawa apakah bersifat asam atau basa.
2.       Tujuan                          :
·         Untuk mengetahui sifat asam dan basa dengan menggunakan indikator alamiah.
·         Untuk dapat memahami membedakan antara larutan-larutan Asam maupun basa yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
·         Mengetahui berbagai jenis bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

C.      Landasan Teori  :

1.       TEORI ASAM BASA ARRHENIUS
·         Asam
Asam didefinisikan sebagai senyawa yang  menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika larut dalam pelarut (biasanya air).

http://anggiwilianandini.files.wordpress.com/2011/05/33.png?w=645&h=395
·         Basa
Basa didefinisikan sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika larut dalam pelarut air.


http://anggiwilianandini.files.wordpress.com/2011/05/42.png?w=645&h=302


2.       TEORI ASAM BASA  Bronsted Lowry
·         Asam
Asam menurut Bronsted Lowry adalah molekul atau ion yang dapat mendonorkan proton ke molekul atau ion yang lain, atau senyawa yang memberikan ion H+ atau proton atau sebagai donor proton.
·         Basa
Basa menurut Bronsted Lowry adalah molekul atau ion yang menerima atau akseptor molekul atau ion yang lain, senyawa yang menerima ion H+ atau proton atau akseptor proton.

Contoh :

SMA Kelas XI Semester 21 Teori Asam Basa Bronsted Lowry | Kimia SMA Kelas XI Semester 2

3.     Teori Asam Basa Lewis

·         Asam
Asam adalah zat atau senyawa yang menerima pasangan elektron bebas / PEB.
·          Basa
Basa adalah zat atau senyawa yang memberikan pasangan elektron bebas / PEB.

Contoh           :
Teori Asam Basa Lewis Teori Asam Basa Lewis | Kimia SMA Kelas XI Semester 2

Ciri-Ciri Asam dan Basa Secara Umum
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC2YnhMM_7SrZOmwNCNM5mIjOHLE_SY0gZj6Af5EWwGwhKNPCpy3DETnZ8Tg6mMQS12W5I6RGpSOsjEUIzjl6eaCUOyO3emKypsng3bQ8fbwI-cRj-afkwHm5vTnxcYSqIkvZC3dGEN9Y/s320/25.png



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJg00SgAWgnUl8u3QTjPlfJ6v2BcHHxgDGs-ONkKNuiMVOeSxN8IU1iIlXZm502HnuOa7Fj41RsX9Vh7j5xpqyNVyTS7JWnopHSyXt8lQGocWKiJOvuCyzPLU15VdGIYDRRYUm9c7wdDw/s320/26.png

Indikator Asam dan Basa 
Untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa, dan garam anda dapat menggunakan indikator. Indikator ini dapat berubah warna ketika ditetesi zat yang bersifat asam atau basa. Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan, seperti kertas lakmus, indikator universal, dan pH meter atau indikator alami, seperti bunga kembang sepatu, anggrek ungu, dan kulit manggis dan kunyit.
1.     Indikator Alamiah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiauVH4w80gnpOIDn23L9rmca_o9dVh2bKa-TGToOgoaZI2TIbfFP5bkOK_LqzKEzSDj_UYyXsdrYe-EV7bbqZGCl7GvL5UzI7dFD1tAwnNgCm8VX3qDQ8OkJcR7fykuchY-SOgAOz8KdU/s320/DSC00207.JPGhttp://img.okeinfo.net/content/2012/10/09/484/701485/YrUwogHQCP.jpghttp://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROQuwfXpiCYd8hJ1lE060dn1XM6cb9rH2yJyscOzHSjhVzk2DDbghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuoQRSn8pV4oPQFLta24o2Fekz9u7Z2ca9XEjbokVm_7hHCx-bctJY8duR0ZfMZ4mft-moEaK_nMsaFjJSei4pYdHpo6Rf6LzdP62IwUymGDyhqRySg6hH66KpjVGZQK4HlLkXkBkmccM/s1600/manggis.jpg
Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat asam, basa, dan garam suatu zat antara lain kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu. Untuk menjadikan indikator alami, maka kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu terlebih dahulu dibuat ekstrak dengan cara menghaluskannya dan menambahkan air. Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu. Jika ekstrak kulit manggis, ditetesi larutan asam, maka warna ungu akan berubah menjadi cokelat kemerahan dan jika ditetesi larutan basa akan berubah menjadi biru kehitaman.
2.     Indikator Buatan
Indikator yang sering digunakan di laboratorium adalah kertas lakmus,  fenolftalein (indikator pp), indikator universal dan pH meter.
A.    Kertas lakmus
Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Cara menggunakan kertas lakmus adalah mencelupkan kertas lakmus ke dalam larutan dan perhatikan perubahan warnanya.
http://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2010/0800475/garam2_Indikator_clip_image002.jpg
Tabel cara kerja kertas lakmus
Indikator
Larutan asam
Larutan basa
Larutan garam
Lakmus merah
Merah
Biru
Merah
Lakmus biru
Merah
Biru
Biru
B.     Indikator fenolptalein (pp)
Indikator pp wujudnya cairan bening (tidak berwarna). Jika ditetesi larutan asam akan tetap bening. Sebaliknya ditetesi larutan basa  maka akan berubah menjadi merah muda (pink).
C.    Indikator Universal
Indikator universal berbentuk kertas indikator yang mempunyai beberapa gradasi warna, dan jika dicelupkan ke dalam suatu larutan apakah asam atau basa dengan skala tertentu dapat dicocokkan dengan  warna standar yang sudah diketahui pHnya.
http://learningjust4u.files.wordpress.com/2012/07/ph_paper_sticks_1_14_m1.jpg?w=150&h=137

D.    pH meter
pH meter  mempunyai elektrode yang dicelupkan ke suatu larutan dan  nilai pH akan diketahui pada layar yang ditunjukkan pada angka digital.
http://www.madinasci.com/images/gallery_big6.jpg

Perlengkapan            :
                Alat        :
Gelas Ukur
Pipet Tetes
                Bahan   :
                                Kunyit
                                Air Aqua
                                Bunga Sepatu
                                Kulit Manggis
                                Bunga Aggrek Ungu
                                Jeruk Nipis
                                CH3COOH
                                Sabun Batang,
Sabun Colek,
Air Kapur Sirih

PROSEDUR          :
Siapkan  semua alat dan bahan
Pastikan semua alat dan bahan dalam kondisi yang steril
Haluskan semua bahan yang menjadi indikator asam basa dengan menggunakan …. . Dengan catatan, setiap pergantian bahan yang akan dihaluskan, alat untuk menggaluskan dibersihkan ulang.
Tambahkan air secukupnya
Saring ekstrak indicator alamiah, lalu masukkan ke dalam …..
Setelah semua indicator alamiah telah diambil ekstraknya, Lalu campurkan seiap bahan ke sampel satu per  Satu
Amatilah perubahan yang terjadi
Indikator ALAMI

Sampel
Bunga Sepatu
Kunyit
Kulit Manggis
Bunga Anggrek Ungu
Jeruk Nipis




CH3COOH














Indikator ALAMI

Sampel
Bunga Sepatu
Kunyit
Kulit Manggis
Bunga Anggrek Ungu
Sabun Batang




Sabun Colek




Air Kapur Sirih





Data Pengamatan
                Setelah Anda melakukan prosedur dengan benar, maka perhatikanlah data yang saya teliti.
                Asam
Indikator ALAMI

Sampel
Bunga Sepatu
Kunyit
Kulit Manggis
Bunga Anggrek Ungu
Jeruk Nipis
Merah
Kuning
Kemerah-merahan
Merah
CH3COOH
Merah Muda
Kuning Muda
Merah
Ungu Terang


            Basa

Indikator ALAMI

Sampel
Bunga Sepatu
Kunyit
Kulit Manggis
Bunga Anggrek Ungu
Sabun Batang
Hijau Tua Pudar
Merah Kecoklatan
Coklat Pudar
Hijau Pekat
Air Kapur Sirih
Hijau Lumut
Orange
Coklat
Hijau Kecoklatan
Sabun Colek
Coklat Muda
Merah Kunyit
Coklat
Hijau
                               
Berdasarkan praktikum yang sudah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa beberapa bunga bisa dijadikan indikator asam basa alami karena jika ditetesi dengan zat yang sam dan basa beberapa indicator  akan mengalami perubahan warna yang kontras ataupun yang hanya mengalami sedikit perubahan warna seperti yang disebutkan pada tabel hasil pengamatan.
1. Indikator asam basa adalah zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).
2. Tidak semua bahan alami dapat dijadikan Indikator asam basa. Dari enam bahan alami yang telah diuji ternyata diperoleh hasil:
a. Ekstrak bunga Trompet biru, Mawar merah, Bougenvil Merah dan Bougenvil ungu, terjadi perubahan warna ketika ditetesi larutan asam maupun basa. Sehingga ekstrak bunga tersebut baik untuk dijadikan indikator asam basa.
b. Namun pada Ekstrak bunga Mawar Putih dan Kamboja Kuning tidak terjadi perubahan warna saat ditetesi larutan asam maupun basa. Dan ekstrak bunga tersebut kurang baik untuk dijadikan indikator alami asam dan basa.
3. Indikator alami memiliki pigmen warna sehingga ketika diekstrak akan menghasilkan warna tertentu. Warna inilah yang dapat menentukan sifat suatu zat dalam kondisi pH yang berbeda.
4. Sifat asam atau basa suatu larutan dapat diperkirakan dengan menambahkan indikator asam basa ke dalamnya, sehingga dapat diperkirakan sesuai dengan perubahan warna indikator tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar